Beranda SOSIAL BUDAYA Keberadaan Kantor Kepala Desa Kuta Babo diduga Terkatung-Katung

Keberadaan Kantor Kepala Desa Kuta Babo diduga Terkatung-Katung

BERBAGI

Buser24jam.com, Pakpak Bharat Sumut: Keberadaan Kantor Kepala Desa Kuta Babo di duga Terkatung katung.
Hal ini menjadi Dilema dikalangan masyarakat dan Pemerintah Desa Kuta Babo, dimana ada Bangunan Kantor yang di Bangun pada Saat pemerintahan Mantan Kepala Desa, Lukas Padang, namun tidak dapat di fungsikan sebagai kantor Desa saat ini, untuk tempat berjalannya Roda pemerintahan Desa, karna Legalitas tanah dan Bangunan kantor belum Jelas atau belum tuntas sehingga kantor desa sekarang harus mengontrak rumah warga dengan cara menyewa Rp 150 000 per bulan atau Rp 1.800.000 per tahunnya.

Sesuai penuturan Disman Boangmanalu sebagai Pj Kepala Desa Kuta Babo, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat, Jumat (26/02/2020) mengatakan, Edianto Padang warga Desa Kuta Babo yang mengaku sebagai pemilik lahan kantor kepala Desa akan mengambil kembali tanah tempat bangunan kantor dimaksud dengan alasan bahwa tanah tersebut belum tuntas. Dan pada waktu sertijab pun, antara mantan Kades yang lama, Lukas Padang dengan saya (Pj Kades-red) surat tanah dan bangunan kantor desa tidak ada kami terima, sebagai salah satu asset desa, tutur Disman Boangmanalu.

“Memang ada kami terima asset desa kuta Babo, balai desa namun kami menemukan ada warga yang menempati, yakni Irwandi Padang. Pihak pemerintah desa telah menyurati sebanyak dua kali warga yang menempati balai desa yersebut dan juga menyurati Bupati Pakpak Bharat, dengan nomor surat pertama: 140/66/KD-KTB/V/2020 tgl 08 mei 2020, dan surat ke dua: 140/87/KD-KTB/VI/2020 tanggal 10 juni 2020 perihal penggunaan dan pemanfaatan balai desa kuta babo, agar dapat mengosongkan balai desa tersebut untuk di jadikan Kantor Desa. Namun tidak di gubris atau di indahkan oleh warga yang menempati balai desa tersebut.

Kantor desa yang kami tempati sekarang juga akan pindah lagi ke kantor kontrakan yang baru, karna warga yang punya rumah akan merenofasi rumahnya, ya Kami harus cari rumah ketua BPD untuk kami sewa, pungkas Disman Boangmanalu

Ditempat terpisah, sesuai hasil konfirmasi awak media buser24 pada Irwandi Padang, masyarakat yang menempati Balai Desa Kuta Babo saat ini mengatakan,” pada waktu tahun 2016 saya kembali ke kampung ini, namun saya tidak punya Rumah untuk tempat tinggal, dan saya bermohon pada kepala desa saat itu Lukas Padang, agar Balai desa dapat saya tempati/huni dan beliau pun menyerahkannya untuk saya tempati, dimana kondisi bangunannya masih pakai jejaring terbuat dari kawat namun sekarang telah saya tempel pakai triplek.

Saya Bukan menjarah Balai Desa yang saya tempati namun karna faktor ketidak mampuan baik ekonomi yang tidak memadai. Adapun hasil sedikit hanya cukup untuk biaya menyekolahkan anak-anak. Memang saat ini saya punya pertapakan untuk bisa tempat bangunkan Rumah tapi kami belum punya biaya, pungkas Irwandi Padang

Pj Kepala Desa Kuta Babo Berharap agar pihak-pihak terkait dapat memberikan Perhatian yang serius agar kantor desa tidak menjadi dilema pada masyarakat dan pemerintahan Desa dan dapat terselesaikan dengan baik, Ujarnya.(Tim Buser24)