Beranda HUKUM & KRIMINAL KBNI Tinjau ADD Di Desa Pegagan Julu VII, Kabupaten Dairi,Terkait Adanya Dugaan...

KBNI Tinjau ADD Di Desa Pegagan Julu VII, Kabupaten Dairi,Terkait Adanya Dugaan Penyalahgunaan Anggaran

BERBAGI

Buser24jam.com, Dairi (Sumut) – Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) kembali menyambangi Pemerintahan, Kabupaten Dairi, Desa Pegagan Julu VII, kecamatan Sumbul, Provinsi Sumatera Utara, pada hari Senin yang lalu 12 Juli 2021, guna menindak lanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa di Desa tersebut.

Tim investigasi dari KBNI langsung menemui, Kepala Desa Pegagan Julu VII, Juara Purba. Dalam kesempatan itu, ketua Tim investigasi KBNI, Limbong mengonfirmasi sejumlah hal sesuai laporan masyarakat yang diterima pihak KBNI. Diantaranya, mengenai pencatutan anggaran yang seyogianya dianggarkan pada tahun 2017. Namun, dimasukkan pada tahun anggaran 2020.

“Pak Kades kemarin bapak bilang kegiatan sosialisasi Tentang Bahaya Narkoba di laksanakan di tahun 2017 gimana ceritanya pak, jadi bisa masuk di penggunaan dana anggaran 2020,” taya limbong kepada Juara Purba.

Namun Juara Purba mengaku, lupa. Lalu iapun meminta, anak buahnya untuk membantunya. “Oleh anak buahnya, menjawab, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan pada tahun 2018,” kata Limbong.

Terkait masalah Proyek Pamsimas juga di duga adanya pungutan dilakukan oleh Kepala Desa kepada masayarakat. Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kepala Desa tidak sesuai dengan data yang dimiliki Tim investigasi KBNI.

Sehingga Tim kemudian melakukan pengecekan fisik yang didampingi dua orang Perangkat Desa. Berdasarkan keterangan salah seorang aparat Desa tersebut, bahwa, Proyek Pamsimas, dilaksanakan pada tahun anggaran 2018.

Namun dilaporkan pada anggaran Tahun 2020. Sedangkan adanya laporan terkait adanya pungutan dari masyarakat dalam pelaksanaan proyek tersebut, Tim Investigasi KBNI masih terus menelusurinya lebih lanjut.

Selain itu, kata Limbong, temuan KBNI dari laporan masyarakat lainnya yang diduga dilakukan oleh kepala Desa adalah, pertama, sosialisasi Bahaya Narkoba dilakasanakan di tahun 2018 tetapi di anggarkan di tahun 2020.

Kedua pengadaan bak air minum sebayak 2 titik di tahun 2019 tetapi di anggarkan di 2020. Dan yang ketiga, Bangunan balai desa yang di anggarkan sekitar kurang lebih, Rp. 100.000.000, Namun faktanya tidak sesuai.

Karena, ketika dicek, yang dibangun hanya, pondasi bangunan saja. Setelah melakukan pengecekan dari lapangan (Fisik) sumber mata air atau Bak Air, Tim kecewa. Karena, Kepala Desa yang sedianya dikonfirmasi kembali. Namun, yang bersangkutan sudah tidak berada di kantor Desa. Padahal, selain masalah Pamsimas, Tim KBNI hendak mengklarifikasi temuan di lapangan.

“Kami sebenarnya sudah berjanji untuk ketemu kembali di kantor Desa pada hari Kamis (28/07/21), pukul 15:00 WIB. Tapi, ketika kami datang pada jam itu, kantor desa sudah tutup. Pintunya pun sudah digembok,” ujar Limbong dengan nada kesal.

Terkait dengan sikap pihak Kepala Desa dan Aparatur Desa tersebut, pihak KBNI meminta, pihak Inspektorat Kabupaten Dairi dan Pemprov Sumut tidak tinggal diam.

“Harapan kami kepada Inspektorat Kabupaten Dairi dan Inspektorat Provinsi Sumatra Utara agar menganalisa dan meninjau kembali laporan tahunan Juara Purba selaku Kepala Desa Pegagan Julu VII Kecamatan sumbul Kabupaten Dairi,” pungkas Limbong. (®)