Beranda Uncategorized Kacabdis SMA/SMK Propinsi Sumatera Utar : Jika ada kegiatan KBM Secara Tatap...

Kacabdis SMA/SMK Propinsi Sumatera Utar : Jika ada kegiatan KBM Secara Tatap Muka Maka Kepala Sekolah Akan Dapat Sangsi

BERBAGI

Buser24jam.com, Tapteng (Sumut) – Kekhawatiran pemerintah Propinsi Sumatera Utara, hingga saat ini masih terlihat di beberapa daerah tentang wabah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Terbukti Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, sampai saat ini masih memberlakukan surat edaran nomor 218/GTCovid-19/VII/2020, tentang larangan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah.
Secara jelas dalam surat edaran Gubsu bertujuan agar keselamatan seluruh pelajar di tengah pandemi Covid-19 ini harus diutamakan, jangan sampai anak-anak sekolah terpapar sehingga menyulitkan pemerintah dalam melakukan penanganan pandemi khususnya di daerah wilayah Provinsi Sumut.

Berdasarkan Surat Edaran Gubsu tersebut maka seluruh SMA/SMK di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Propinsi Sumut, meniadakan proses belajar mengajar secara tatap muka dan menggantikan pelaksanaan kegiatan KBM secara daring dari rumah.

Akan tetapi hal aneh terlihat di salah satu sekolah tepatnya di wilayah Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah yakni SMA Negeri 1 Manduamas, pada hari Selasa (09/3) yang lalu masih melaksanakan kegiatan di sekolah seperti biasanya.

Beberapa siswa dan siswi terpantau oleh Tim awakmedia, pada pukul Wib 12.30 sedang keluar dari halaman sekolah dengan memakai seragam sekolah dan ketika hal itu ditanyakan kepada salah seorang siswa dengan jelas mengatakan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar secara tatap muka dilaksanakan dua kali seminggu dengan mematuhi protokoler kesehatan.

“Iya pak kami masuk sekolah dua kali seminggu dan selalu mematuhi protokeler kesehatan, hal ini sudah berlangsung selama satu bulan lamanya, sebab sudah jenuh rasanya belajar secara daring.” ungkap salah seorang siswa

Mengetahui masih adanya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan SMA/SMK Propinsi Sumatera Utara di Sibolga, Rustam Efendi Hasibuan angkat bicara.

“Hingga saat ini surat edaran Gubsu tentang larangan KBM secara tatap muka masih berlaku, tidak dibenarkan adanya proses KBM secara tatap muka, hari ini Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manduamas akan segera saya panggil dan mempertanyakan hal tersebut. Dan jika benar ada kegiatan KBM secara tatap muka dua kali seminggu maka Kepala Sekolah akan dapat sangsi.” ucap Rustam, Rabu (17/03/2021) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Rustam menyampaikan, sebagai Kacabdis SMA/SMK Sibolga dan Tapteng dirinya akan menindak secara tegas bila surat edaran Gubsu tentang larangan KBM secara tatap muka tidak diindahkan oleh pihak sekolah dan tidak akan segan – segan menyampaikan hal ini nantinya kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara.

“Bila memang teguran yang saya berikan tidak diindahkan maka saya langsung laporkan kepada Dinas Pendidikan Sumut, bahwa salah satu sekolah yaitu SMA Negeri 1 Manduamas, tidak mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan. Namun kejadian ini harus diklarifikasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah,” jelas Rustam

Rustam menerangkan, pihak Dinas Pendidikan Sumut sampai saat ini masih melakukan kegiatan pendataan kesiapan untuk melakukan KBM secara tatap muka, hasil pendataan nantinya akan disampaikan kepada Gubsu melalui Kadis Pendidikan Sumut.

“Kegiatan pendataan sedang kami kerjakan untuk persiapan KBM secara tatap muka, akan tetapi sebelum ada perintah pelaksanaan KBM secara tatap muka maka KBM secara tatap muka tidak diperbolehkan sama sekali. Jika kemudian masih ada pihak sekolah yang berani melanggar ketentuan tersebut maka Kepala Sekolah harus bertanggungjawab,” tegas Rustam.

Rustam juga menghimbau agar seluruh SMA dan SMK dibawah naungan pemerintah Propinsi Sumut, agar tidak gegabah dan bertindak sebelum ada surat perintah pelaksanaan KBM secara tatap muka dan wajib mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dimasa penyebaran Covid-19 ini.

“Saya menghimbau seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, harus dapat mematuhi aturan sesuai dengan surat edaran Gubernur Sumut, jangan gegabah serta jangan melakukan kegiatan tatap muka disekolah sebelum ada perintah dari pemerintah Provsu.

Dan bagi siswa siswi yang datang kesekolah untuk mengantarkan pekerjaan rumah yang diberikan guru melalui daring maka wajib mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yaitu, tetap pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan.”terang Rustam. (Mrs)