Beranda FAKTA & PERISTIWA Kabupaten Dairi, Dinilai Dari Pelaksanaan Aksi 5 Hingga Aksi 8 Konvergensi Penurunan...

Kabupaten Dairi, Dinilai Dari Pelaksanaan Aksi 5 Hingga Aksi 8 Konvergensi Penurunan Stunting

BERBAGI

Buser24jam.com, Sidikalang (Sumut) – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menghadiri penilaian kinerja aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi Kabupaten/Kota tahun 2021 tingkat provinsi Sumatera Utara, Senin (06/09/21).

Penilaian kinerja Aksi Konvergensi tersebut dilakukan secara virtual terhadap 15 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, dimana Kabupaten Dairi dinilai dari pelaksanaan aksi 5 hingga aksi 8 Konvergensi Penurunan Stunting.

Eddy Keleng Ate Berutu dalam paparannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Stunting.

Hal ini terwujud dalam APBD Kabupaten Dairi Tahun 2020, APBD tahun 2021, dan R.APBD tahun 2022. Kegiatan dimaksud terdiri dari 11 program dan 37 kegiatan tersebar di 8 OPD yang terlibat di tahun 2020 dan 9 OPD tahun 2021.

Sementara itu untuk penggunaan Dana Desa dalam Penurunan Stunting mengalami peningkatan di tahun 2021 berkat adanya Perbup Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peran Desa dalam Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Dalam aksi ke 5 pembinaan kader pembangunan manusia, Eddy mengatakan telah ditetapkan 161 kader pembangunan manusia yang berasal dari kader Posyandu, Guru, Paud dan Kader Kesehatan lainnya.

Selain itu, Eddy Berutu mengatakan sebanyak 45 kader pengembangan manusia (KPM) di Desa telah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan materi PMBA.

“Pemerintah satu visi untuk ke luar dari permasalahan stunting yang sangat mengkhawatirkan ini”, ujar Bupati.

Untuk aksi ke 6, Bupati menuturkan OPD yang telibat dalam penanganan stunting melakukan perbaikan sistem data berdasarkan assessment data dari aplikasi ePPGBM, DAPODIK, dan SIKS NG dan ePKH.

Bupati menyampaikan daftar prioritas isu yang ditangani di 3 bulan mendatang yakni mendata jumlah anak yang mengikuti pendidikan anak usia dini serta mendata jumlah orangtua yang mengikuti kelas parenting.

“Dalam 1 tahun ke depan akan dilakukan peningkatan berdirinya Paud di Desa yang belum memiliki Paud. Kita juga terus meningkatkan dana operasional termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusianya”, jelas Eddy.

Sedangkan di dalam aksi ke 7 Pengukuran dan Publikasi, beberapa instansi terkait seperti Dinas Kesehatan melakukan pengukuran dan penimbangan balita di POSYANDU dan upload data ke aplikasi e-PPGBM. Bupati mengutarakan bahwa berdasarkan hasil analisis data pengukuran tingkat Kabupaten Dairi, angka stunting di tahun 2019 mengalami penurunan dari 39,27% menjadi 18,35% di tahun 2021.

Sedangkan terkait prevelensi stunting Desa lokus tahun 2020, Bupati mengatakan dari hasil analisis data, terdapat 19 desa yang mengalami penurunan angka prevelensi stunting, sementara 1 desa yang menjadi lokus stunting mengalami peningkatan angka prevelensi stunting.

“Ini perlu kerjasama yang baik dari segenap pihak agar penurunan angka stunting dapat tercapai di Kabupaten Dairi”, kata Bupati.

Selanjutnya di aksi ke 8 yakni review kerja, Eddy mengatakan secara umum anggaran di OPD efektif dilakukan dimana Dinas Kesehatan pengguna anggaran terbesar yakni sebesar 86%.
Eddy menghimbau agar penggunaan dana Desa juga dapat ditingkatkan untuk penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Dairi.

Atas rekomendasi penilaian kinerja oleh Provinsi Sumatera Utara tahun 2020, Tim konvergensi penurunan stunting Kabupaten Dairi melakukan tindak lanjut diantaranya segera menentukan Desa Lokus stunting tahun 2021 yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati Dairi nomor 796/444/XI/2020 tentang penetapan lokasi fokus intervensi, organisasi perangkat daerah pelaksana dan uraian kegiatan penurunan stunting terintegrasi Kabupaten Dairi tahun 2021-2024.

“Peran PKK juga kami gerakkan untuk mendukung aksi pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Dairi”, ujar Eddy Berutu.

“Terimakasih untuk dukungan para Panelis. Kami Pemkab Dairi berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Dairi. Evaluasi ini kiranya akan memacu kami untuk meningkatkan kinerja, kami ingin anak-anak dari Dairi di masa depan adalah yang bebas dari stunting dan dapat berperan dalam mendarmabaktikan dedikasinya untuk bangsa dan negara”, tambah Bupati.

Mendengar paparan dari Pemerintah Kabupaten Dairi, Ardo Mulia Sitompul, S.Sos, M.Ap yang menjadi salah satu tim panelis mengatakan unsur yang sudah dilakukan oleh Pemkab Dairi menunjukkan tidak adanya kekhawatiran masyarakat akan adanya stunting di Dairi.

“Terimakasih sudah menyajikan sebuah dokumen yang saya inginkan. Menurut saya, Bapak sudah melalukan yang saya anggap baik dan sudah benar. Bravo, selamat untuk Pak Bupati”, ucap Ardo Mulia.

Senada dengan Ardo Sitompul, Panelis lainnya yakni Albiner Siagian mengatakan presentasi yang disampaikan oleh Bupati Dairi sangat komprehensif yang dilengkapi dengan video sebagai bukti untuk mendukung aksi yang sudah dilakukan.

“Apresiasi yang setinggi tingginya kepada Pemkab Dairi khususnya kepada Bupati Dairi atas upaya yang dilakukan dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Dairi”, pungkas Albiner Siagian.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir mendampingi Bupati Dairi Sekretaris Daerah Drs. Leonardus Sihotang serta Pimpinan OPD Kabupaten Dairi.(®)