Beranda FAKTA & PERISTIWA Honor Nakes Covid19 Sejumlah Puskesmas di Agara Disinyalir ‘Disunat’

Honor Nakes Covid19 Sejumlah Puskesmas di Agara Disinyalir ‘Disunat’

BERBAGI

Buser24Jam- Aceh Tenggara.
Patut diduga pembayaran honor Covid19 terhadap para tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah Puskesmas Aceh Tenggara disinyalir ada pemotongan (disunatc) oleh oknum ASN tertentu.

Kuat dugaan pemotongan honor Covid19 tersebut ada instruksi dari pimpinan Puskesmas setempat. Pasalnya dugaan pemotongan honor (insentif ) yang diperuntukkan bagi nakes Covid19 itu untuk honor bulan Oktober, November dan Desember TA 2020.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang staf tenaga kesehatan berinisial (Dg) yang bekerja di Puskesmas Kecamatan Bambel.

Nakes Dg menjelaskan, adapun modus operandi pemotongan itu dengan dalih untuk pemerataan para Nakes. Sebab ada beberapa tenaga kesehatan namanya tidak masuk dalam surat keputusan (SK) sebagai tenaga kesehatan Covid19, kendatipun nama mereka tidak ada dalam SK namun mereka harus dapat honor juga. Demikian keterangan nakes Dg kepada awak media, Jum’at (5/02/2021).

“Sistem pembagian honor itu, setelah kami terima uang yang ditransferkan oleh bendahara ke rekening, maka uang lalu ditarik dari rekening, kemudian uang tersebut disetor kan kepada salah seorang oknum di Puskesmas. ” Imbuh Dg.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun media ini bahwa dugaan pemotongan honor nakes Covid19 tersebut terjadi di sejumlah Puskesmas antara lain: Puskemas Kota Kutacane, Puskesmas Biak Muli Kecamatan Bambel, Puskesmas Natam Kecamatan Badar.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah seorang Nakes inisial (RP) Kecamatan Badar Aceh Tenggara dia menyebutkan bahwa,  sistem pemotongan honor Covid19 para Nakes tersebut nominalnya bervariasi. Seperti,untuk honor Nakes tenaga Perawat dan Laboratorium mereka mendapat honor sekitar Rp. 4.000.000. (Empat Juta Rupiah). ” Memang uang tersebut langsung ditransfer ke rekening, namun setelah ditarik uang itu dari rekening saya, maka uang tersebut harus disetorkan lagi ke para oknum pejabat Puskesmas, diduga kuat oknum tersebut kepercayaan pimpinan Puskesmas”. Keluhnya.

Selanjutnya indikasi dugaan pemotongan honor Covid19 terhadap sejumlah tenaga kesehatan terjadi di Puskesmas Natam Kecamatan Badar Aceh Tenggara. Modus operandinya honor itu langsung dipotong oleh oknum tertentu, sedangkan honor yang diterima nakes hanya sekitar Rp. 1.500.000.  (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), padahal seharusnya mereka terima Rp. 3.000.000. (Tiga Juta Rupiah) perbulan.

Terkait ulah sejumlah oknum ASN Puskesmas tersebut, Kadis Dinkes Agara, Zainuddin M.Kes saat dikonfirmasi kemarin, melalui Hp nya belum bisa memberikan keterangan, karena nomor Hpnya tidak aktif.

Jefri, Kabid. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat ketika dikonfirmasi kemarin di ruang kerjanya kepada media ini menyebutkan, bahwa honor Covid19 para Nakes untuk sejumlah Puskesmas Tahun 2020 bersumber dari dana APBN Pusat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Pusat (APBN 2020) sekitar Rp. 1.300.000.000.(Satu Miliar Tiga Ratus Juta Rupiah) dengan jumlah Puskesmas sebanyak 19.

Sedangkan dalam hal penyalurannya, sebut Jefri, honor Covid19 para Nakes tersebut diberikan secara bervariasi, ” tergantung banyaknya pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien  Dalam Pemantauan (PDP), sedangkan besarnya jumlah honor mereka para Nakes berdasarkan jumlah Surat Keputusan (SK) sudah sesuai dengan standar  honor  Kemenkes RI.”

“Kemudian ada dugaan pemotongan honor Covid19 terhadap para Nakes itu diluar sepengetahuan saya. Karena mekanisme dan sistem pembayaran  honor mereka sudah sesuai dengan petunjuk teknis dan Perbup  Bupati Agara.” Jelas Jefri lagi.

Sedangkan besarnya Insentif bagi tenaga kesehatan tersebut bervariasi untuk dokter Spesialis Rp. 15.000.000. (Lima Belas Juta Rupiah) dokter Umum Rp. 10.000.000. (Sepuluh Juta Rupiah), Perawat Medis Rp. 7.500.000. (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan Perawat Medis Lainnya Rp. 5.000.000. (Lima Juta Rupiah) Perbulannya, Jefri SKM merincikan.

Terkait hal ini, Ketua LSM Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara (Gepmat Agara), Faesal Kadrin Dube S Sos kepada media ini mengaku bahwa dirinya sangat menyayangkan atas dugaan pemotongan honor Nakes Covid19 ini, sebab para Nakes sudah bekerja sesuai standar operasional prosedur namun kenapa hak-hak nakes tetap saja dipotong lagi.

“Saya berharap kepada Kadis Dinkes Agara untuk bisa secepatnya memberikan tindakan kepada para Kepala Puskesmas, jika terbukti harus ditindak sesuai dengan perbuatannya.” Faesal menegaskan.

Jikalau tidak ada tindakan kepada mereka, lanjut Faesal, berarti  ini diduga merupakan sebuah konspirasi besar terhadap ulah sejumlah oknum ASN Puskesmas tersebut. Ujar Faesal. (hidayat)