Beranda NASIONAL Hingga Memasuki Usia 7 Bulan Bunga Belum Mendapatkan Hak

Hingga Memasuki Usia 7 Bulan Bunga Belum Mendapatkan Hak

BERBAGI

Buser24Jam- Belinyu Bangka. Kehamilan Bunga warga Belinyu memasuki usia kehamilan 7 bulan hingga kini belum mendapatkan pertanggung jawaban dari SN sebelumnya diketahui mempunyai hubungan Intim dengan Bunga namun berbagai macam permasalahan serta alasan yang dihadapi pihak keluarga kedua muda mudi tersebut beberapa kali dilakukan mediasi belum juga mendapati kesepakatan.

SN dihadapan Kepala dinas UPTD PPA Kabupaten Bangka Induk beberapa waktu yang lalu didampingi keluarganya, Hatta sebagai wali dari SN menceritakan bahwa sebelumnya pernah dilakukan upaya untuk pertanggung jawaban atas perbuatan yang dilakukan SN terhadap Bunga dengan penggurusan pernikahan yaitu dengan cara mendatangi korban/ Bunga, namun pihak korban saat itu belum ada persiapan untuk melakukan pernikahan hingga ditunda 3 hari kemudian dilakukan kembali komunikasi dengan pihak keluarga SN dengan pihak keluarga Bunga dan mengambil sepakat untuk segera menikahi SN dan Bunga.

Hatta meneruskan keterangannya saat mendatangi pihak perempuan (Bunga) berkaitan dengan rencana pernikahan SN dan bunga dengan menentukan hari yang baik agar pernikahan tersebut segera dapat terlaksana sambil menunggu berkas pernikahan lengkap.Lalu pada saat pertemuan itu mendapat satu kata sepakat bahwa pernikahan akan di laksanakan pada tanggal 27/02/2021 ujar Hatta.

Sebelum Pra nikah dilakukan terhalang adanya kendala berkas oleh pihak korban yaitu kelengkapan administrasi KTP dan KK dari korban yang mana itu ada bagian dari persyaratan nikah. Sehingga ketika semua administrasi dari korban lengkap pihak SN tidak mengetahui nya dan pada saat waktu yg di tentukan mereka tidak tau bahwa data administrasi sudah lengkap.

Hatta yang menjadi Wali dari SN menyampaikan terimakasih kepada Bapak Sahroni sebagai kepala dinas UPTD PPA kab bangka Induk yang telah membantu agar penyelesain ini dapat di lakukan secara kekeluagaan dan Hatta mengatakan “kami sekeluarga akan bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukan anak kami SN terhadap Bunga untuk segera menikahi namun tergantung pihak perempuan apakah bersedia menikahkan anak mereka bunga dengan anak kami SN, kami pun meminta pendampingan dari Kepala Dinas UPTD PPA kabupaten Bangka Induk agar dapat di beri waktu untuk mediasi kekeluargaan kepada pihak keluarga Bunga” (9/4/2021)

Kepala Dinas UPTD PPA kabupaten Bangka Induk Bapak Sahroni sebagai langkah mediasi memberi saran kepada SN mengatakan agar SN menyingkapi ini dengan sikap dewasa dan bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah di lakukan terhadap Bunga dengan kejadian seharusnya SN menghilangkan rasa ego yang mana hak Bunga di junjung tinggi serta mampu memberi rasa nyaman dalam masa kehamilan nya dan hak janin di dalam kandungan juga harus di sikap dengan tanggung jawab dan meminta SN juga menghormati SN yang mana di ketahui adalah seorang penyandang disabilitas atau seorang yang berkebutuhan khusus.

Dalam komunikasi yang dilakukan SN , Ia mengaku tidak pernah di panggil oleh pihak keposian Polsek Belinyu. SN telah mengakui perbuatannya yang mana telah melakukan persetubuhan dengan korban Bungga sehingga menyebabkan kehamilan bunga saat ini dan menyesali perbuatan nya serta siap bertanggung jawab. Hingga pemberitaan ini dipublikasikan awak media terus mendapatkan keterangan lain, 30/4/2021.(Wik)