Beranda DAERAH Geram Dengan Perlakuan Pungli Berkedok LKS, Ketua DPD PJID Riau Turun Tangan

Geram Dengan Perlakuan Pungli Berkedok LKS, Ketua DPD PJID Riau Turun Tangan

BERBAGI

KAMPAR,(Buser24jam.com) – Diduga Hanafi oknum Kepala Sekolah SDN 010 Teluk Kenidai Kabupaten Kampar memiliki nyali yang patut diacungkan jempol, setelah dipublikasikan beberapa media online dan dilaporkan dirinya ke Kejaksaan Negeri Bangkinang oleh team Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Jurnalis Demokrasi Indonesia Demokrasi (PJI-Demokrasi) terkait dugaan pungutan liar (Pungli) kepada siswa didik berkedok LKS (Lembaran Kerja Siswa) justru malah memperlihatkan tajinya kepada orang tua siswa didiknya.

Taji yang diduga ditunjukkan oleh Hanafi selaku Kepala Sekolah terkait dugaan pungli berkedok LKS, ditunjukkan pada saat penerimaan raport siswa didik yang dilaksanakan pada Jum’at (18/12/2020) kemarin. Dimana dalam penerimaan raport siswa didik, siswa didik tidak akan memperoleh raport jika orang tua didik belum melaksanakan pelunasan uang LKS dan seragam. Sebagaimana Informasi yang diterima team DPD dan DPC PJI-Demokrasi dari narasumber yang minta identitasnya dilindungi.

BACA JUGA:  Pemerintah Desa Aor Nakan 1 Salurkan BLT-DD TW III

Geram akan menerima laporan dari narasumber tersebut diatas, Ismail Sarlata Ketua DPD PJI-Demokrasi Provinsi Riau langsung menghubungi Nandang Priyatna, S.Pd Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar. Mempertanyakan apakah pihak sekolah dibenarkan menahan raport siswa didik, jika orang tua didik (siswa) belum melakukan pelunasan uang LKS? Serta mempertanyakan apakah pihak Dinas Pendidikan mengetahui akan laporan yang dilakukan DPC PJI-Demokrasi ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kampar terkait dugaan pungli yang lakukan oknum Kepala Sekolah SD Negeri 010 via telpon seluler pribadi miliknya (Nandang Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kampar) baru-baru ini.

”Saya membuat pengumuman lewat WhatsApp kepada seluruh Kepala Sekolah, yang tidak menginginkan seperti apa yang terjadi dengan Kepala Sekolah Hanafi. Tidak ada Kepala Sekolah menghadang orang tua siswa dalam menerima raport, dan tidak ada embel-embel untuk diberikan ke kepala sekolah.” ungkap Nandang Kabid Dikdas dengan Tegas via telpon.

BACA JUGA:  Jalin Silahturahmi Guna Wujudkan Sinergitas, Danlanal Babel Courtesy call dengan Forkopimda Prov.Kep.Babel

Saya komunikasi dengan Kejari seperti biasa, tau saya. Makanya saya bilang, udah itu urusan kami pembinaan kami. Kalaupun dia salah tentu dibina dulu, kalau tidak bisa dibina terpaksa dibinasakan,” tambah Nandang saat dipertanyakan akan DPC PJI-Demokrasi Kampar laporkan Hanafi Kepala Sekolah SDN 010 Teluk Kenidai ke Kejari, terkait dugaan lakukan pungli berkedok LKS.

Usai menghubungi Nandang Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Ismail Sarlata Ketua DPD PJI-Demokrasi Provinsi Riau langsung menghubungi Hanafi oknum Kepala Sekolah SD Negeri 010 Teluk Kenidai Kampar. Mempertanyakan kebenaran pihak sekolahnya diduga lakukan raport siswa, saat penerimaan lapor sebelum orang tua didik melakukan pelunasan LKS.

Akan pertanyaan tersebut diatas, dirinya Hanafi membantah akan adanya dugaan pihak sekolah menahan raport siswa didik.

BACA JUGA:  Peran Serta Masyarakat Mendukung Keberhasilan Ridwan Djamaluddin Dalam Melaksanakan Tugas Dan Kewenangan Sebagai Pj Gubernur Kep Babel

Sementara saat dipertanyakan, apakah tindakkan yang dilakukannya dibenarkan membuat surat edaran kepada orang tua didik dengan kops surat sekolah, yang ditanda tangani oleh dirinya (Hanafi) selaku Kepala Sekolah dan di stempel basah, agar orang tua didik melunasi pembayaran LKS dan baju seragam di sekolah.

”Tidak saya sangkakan pula, itu memang apa, memang kesilapan saya. Saya tidak tau dan membaca akan Surat Edaran Menteri dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dan saya mau ke Kabid dulu ni pak, dipanggil terkait hal tersebut.” tutup Hanafi dengan nada terbatah-batah pada Ismail Sarlata***(YULI)