Beranda NASIONAL Gemuruh Penambangan Pasir Timah PIP Di Perairan Toboali

Gemuruh Penambangan Pasir Timah PIP Di Perairan Toboali

BERBAGI

Buser24Jam- Toboali Bangka Selatan. Sudah menjadi informasi umum PT Timah Tbk merupakan perusahaan Penambangan dimiliki Badan Usaha Mikik Negara (BUMN) dengan memiliki Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP) terluas kepualaun Bangka Belitung terdiri dari daerah darat maupun berada di laut, dituntut sesuai dengan bidang usahanya dalam mengelola explorasi dan exploitasi sumber daya alam (SDA) berupa bijih timah.

 

Perusahaan berpelat merah berupaya dengan mengoptimalkan produksinya yaitu hasil yang dicapai berupa bijih timah terutama cadangan wilayah di perairan laut di pulau Bangka dan pulau Belitung. Untuk mengejar target produksi bijih timah, PT Timah hingga membuka peluang kerjasama dengan kemitraan perusahaan mitra untuk exploitasi penambangan timah di IUP perairan laut dengan menggunakan sistem KIP (Kapal Isap Produksi) timah.

Tidak sampai disitu, PT Timah juga membuka kerjasama dengan para penambangan rakyat dengan sistem penambangan yang dikenal PIP timah atau Ponton Isap Produksi melalui perusahaan mitranya, hal tersebut dilakukan oleh PT Timah memberi kesempatan ada sinergitas antara perusahaan dengan masyarakat penambang dengan tujuan mengelola SDA berupa bijih timah secara bersama-sama sehingga menambah pendapatan masyarakat setempat.

Di beberapa areal lokasi didaerah perairan laut dilakukan exploitasi penambangan bersama masyarakat, tentunya memiliki persyaratan dari PT Timah dengan penambang yang sudah diterbitkan izin SPK (surat perintah kerja) kepada perusahaan mitranya untuk menambang dengan sistem PIP Timah, diantaranya ; perairan laut Suka Damai, Nelayan dan Ketapang Toboali di Kabupaten Bangka Selatan.

Operasional penambanganpun berjalan dengan beraktifitas PIP Timah diperairan tersebut mengantongi SPK PIP yang dimiliki mitra perusahaan PT Timah, pada mulanya beberapa mitra perusahaan PT Timah yang memiliki SPK masih terlihat tertib dan mematuhi ketentuan menjadi SOP dalam kesepakatan SPK yang tertuang dan terus beroperasi mulai adanya penurunan kinerja mauoun hasil yang didapt, berkurangnya produksi pasir timah yang didapatkan dengan menambang sistem PIP timah, tak sedikit mitra perusahaan PT Timah mulai nakal atau tidak mengindahkan SOP yang ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Pers ada beberapa mitra perusahaan PT Timah yang diketahui melakukan aktifitasnya pada malam hari dengan sistem ponton Ti Selam, dan bahkan beberapa ponton PIP milik mitra perusahaan PT Timah yang terjaring dalam patroli dan sempat diamankan oleh aparat kepolisian dan Keamanan PT Timah.

Diketahui, untuk sementara waktu pihak PT Timah belum memperbolehkan penambangan rakyat dengan sistem ponton Ti Selam, hal itu dikarenakan aktifitas penambangan dengan sistem selam tidak memenuhi standar SOP keselamatan kerja dan sangat membahayakan masyarakat penambang itu sendiri, walaupun biaya operasional Ti Selam lebih murah daripada operasional Ti Apung/Rajuk atau yang disebut dengan PIP Timah.

Nah, terkait dengan beberapa perusahaan mitra PT Timah yang nakal dan membandel beraktifitas secara kucing-kucingan pada malam hari dengan menggunakan Ti Selam, pihak PT Timah seolah-olah menutupi informasi tersebut dan ogah untuk Buka-bukaan sebutkan nama perusahaan mitranya.

Hal ini terkuak, saat wartawan melakukan konfirmasi langsung kepada pejabat yang berkompeten di PT Timah seperti halnya kepada Humas PT Timah Anggi Siahaan dan Wastam (pengawas tambang) wilayah Toboali Bangka Selatan Andika, untuk diminta keterangannya sejumlah nama-nama perusahaan yang telah dicabut izin SPK PIP nya yang beraktifitas diperairan laut Suka Damai, Nelayan dan Ketapang Toboali. Bahkan konfirmasi yang sering kalinya kepada Andika selaku wastam di daerah bangka selatan selalu katakan”coba hubungi bagian atasan kami tidak berwenang menjawab”

Bahkan, sebagian Izin SPK dan SILO (surat izin layak operasi) PIP timah yang dimiliki oleh mitra perusahaan PT Timah sudah berakhir masa berlakunya, namun PIP Timah milik mitranya masih terus beraktifitas atau melakukan penambangan pasir timah kawasan perairan laut tersebut.Namun sayangnya tidak ada tanggapan atau jawaban sejumlah nama perusahaan mitranya yang dipertanyakan oleh Pers Babel diduga bermasalah, Selasa (23/03/2021).

Publik pun bertanya, apakah PT Timah berpura-pura tidak tahu atau takut perusahaan mitranya milik oknum-oknum orang kuat di Bangka Belitung atau di Republik ini, sehingga PT Timah tidak berani memberhentikannya dan memberi sanksi yang tegas kepada mitranya.

Sampai berita ini dipublishkan, belum juga menerima jawaban dari pejabat yang berkompeten di PT Timah walaupun sudah dihubungi terkait sejumlah nama perusahaan mitra PT Timah yang dicabut atau diblacklist lantaran melanggar SOP kerja sesuai ketentuan yang diatur dalam SPKnya. Dan begitu juga halnya dengan nama-nama perusahaan mitranya yang izin SPK dan SILO sudah berakhir masa berlalunya, kendati publik sudah mengetahui sejumlah nama perusahaan mitra PT Timah yang diduga bermasalah atau berbuat wan prestasi..(Tim)