Beranda FAKTA & PERISTIWA Fersi Pengakuan Perwakilan Masyarakat Khairuddin Iskandar Katakan Di Saat Mediasi Masyarakat Lepong...

Fersi Pengakuan Perwakilan Masyarakat Khairuddin Iskandar Katakan Di Saat Mediasi Masyarakat Lepong Dengan PT.SNS

BERBAGI

Buser24jam- Lepar Ponggok Bangka selatan. Hingga kini akses jalan menuju pelabuhan Tanjung Gading di desa Penutuk belum adanya kesenjangan pemanfaatan akses milik desa tidak menjadi tumpuan jalur transportasi umum oleh pengguna lainnya yang di manfaatkan oleh Pt SNS. Seperti terjadinya beberapa waktu yang lalu tanggal 5 /3/2021 sejumlah warga di pulau lepar menutup akses jalan menuju pelabuhan Tanjung Gading di desa Penutuk Kecamatan Lepar Ponggok Kabupaten Bangka selatan provinsi kepulauan bangka belitung.

Diduga oknum masyarakat tidak menginginkan perusahan perkebunan kelapa sawit PT Swarna Nusa Sentosa ( SNS ) melintasi jalan yang selama dilalui dengan dengan muatan sawit menuju pelabuhan Tanjung Gading.

Khairuddin Iskandar pria asal Ternate -NTT berdomisili di Desa Penutuk kecamatan lepar ponggok mengakui perwakilan masyarakat desa penutuk mengungkapakan di hadapan pemerintahan bangka selatan dan tamu undangan lainnya saat menghadiri mediasi antara masyarakat lepar Pongok dengan PT Swarna Nusa Sentosa di Balai Daerah bangka selatan beralamat di rumah dinas Bupati Bangka selatan 8/3/2021 yang lalu.

Khoriddin iskandar berkesempatan dihadapan Bupati beserta wakil bupati, Ketua DPRD Kajari’ Kapolres, camat, Kades beserta jajarannya dan juga perwakilan Masyarakat di Kecamatan Lepar pongok. 8/3/2021, Ia menyampaikan perwakilan dari masyarakat lepar pongok khusunya penutuk bahwa berkeinginan dari masyarakat :
1. Luasan lahan 3000 an hektar itu
dikembalikan ke desa dan dibayar
selama 21 tahun semasa panen.
2. Mereka Pt SNS tidak boleh lagi
memperluas lahan tanam karena
sudah banyak tanah yang
ditelantarkan lebih dari 20 th,
seharusnya pemerintah sudah
harus mencabut izinnya.
3. Kami yang di PHK harus dibayar 9
tahun lamanya saya bekerja di Pt
SNS sejak tahun 1995 hingga 2003.
Gara gara mempertahankan HGU
saya dipecat, saya menuntut waktu
itu sampai hari ini tahun 2021.
4. Mengenai plasma mereka (SNS)
menolak. Sudah berkali kali
menolak hingga dikatakan bahwa
Kafela tidak ada janji-Janji dengan
masyarakat ” kalau mau nanti kita
usulkan lagi ke medan. Kita tunggu
dari medan sekian tahun tidaklah
ada jawaban.
5. Perusahaan perkebunan kelapa
sawit milik PT SNS jika ingin
melintasi jalan ke Tanjung Gading
dengan muatan buah sawit dari
perkebunan harus membayar Rp
50.000,- per mobil dengan
pembayaran cash and cery
dibayarkan ke Masyarakat desa.
Ujar nya mengakhiri ucapatnya.
(Fr)