Beranda DAERAH EDDY SUPRIADI, M. Pd Kadis Dikbud Kota Pangkalpinang Instruksikan kepada Guru Pengajar

EDDY SUPRIADI, M. Pd Kadis Dikbud Kota Pangkalpinang Instruksikan kepada Guru Pengajar

BERBAGI

Buser24jam- Pangkalpinang Bangka. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi D. PD instruksikan : Yth. Kepala PAUD/TK, SD/MI dan SMP/MTs

Mengingat kondisi penyebaran Covid 19 semakin meningkat maka diinstruksikan kepada satuan pendidikan untuk terlebih dahulu tidak melaksanakan Pembelajaran tatap muka yang rencananya dimulai pada tanggal,12 Juli 2021 sampai dengan adanya instruksi selanjutnya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang.
Demikian disampaikan untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Terima kasih.

Kadis Dikbud Kota Pangkalpinang
EDDY SUPRIADI, M. Pd

Eddy Supriadi,M.PD menjelaskan akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 di kepulauan Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang Kadisdikbud Kota Pangkalpinang meminta guru untuk menghentikan metode pembelajaran guru kunjung atau kunjungan guru ke rumah-rumah peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran.

“Selama ini metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang kita laksanakan ada tiga yakni ;
1. Daring, 2. luring dan 3. Touring atau guru kunjung, tapi karena melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini, sehingga untuk guru kunjung kita hentikan dulu,” katanya.

Hal itu kita mengutamakan kesehatan dan keselamatan para guru dan peserta didik terlebih dahulu agar terhindar dari bahaya penularan Virus Corona. Olehnya guru diminta untuk intens dan lebih kreatif dalam menyediakan dan melaksanakan pembelajaran daring atau luring. “Tentunya ini untuk keselamatan para guru dan peserta didik,” kata Eddy.kepada wartawan buser24jam, 10/7/2021

Dengan harapan pembelajaran tersebut tidak membebankan peserta didik maupun guru .“Kita berharap guru yang memiliki kreativitas dan inovasi yang akan menyederhanakan kurikulum, sehingga mempermudah agar anak-anak tidak terlalu stres belajar dirumah,” harapnya.

“Kita harap tugas-tugas tidak membebankan dan jangan terlalu sering kasih tugas itu peserta didik, disesuaikan dengan kemampuannya, karena kalau banyak tugas anak-anak bisa stres dan bukan hanya anak tapi orangtuanya juga ikut stress,” ( wiwik)