Beranda SOSIAL BUDAYA Di Pancing Masyarakat Bebek Seekor Buaya Akhir Nya Tertangkap.

Di Pancing Masyarakat Bebek Seekor Buaya Akhir Nya Tertangkap.

BERBAGI

Buser24jam.com – Langkat (SUMUT) -Kisah buaya beredar di Sungai Pulau Banyak Tanjung Pura – Sungai Sanggalima Gebang sempat viral di medsos kemudian meredup tanpa kabar berita beberapa waktu lalu akhir nya kembali viral dengan berhasil nya masyarakat Desa Sanggalima Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat memancing salah seekor hewan predator ini dengan bebek hingga dapat di tangkap,Senin (4/1/2021) sekira pukul 22.00 wib.

Adalah Irfan (30) alias Bongo warga Dusun VII Kampung Tempel Baru Desa Sanggalima Kecamatan Gebang bersama empat rekan nya dengan seekor bebek serati hidup hidup di ikat kawat besi bermain di sungai Pulau Banyak Tanjung Pura – Sungai Sanggalima memancing salah seekor buaya keluar dari sarang nya,kata Rudi warga Sanggalima.

Kapolsek Gebang AKP Ricson Sinaga,S.H,M.H ketika di kompirmasi terkait kronologi penangkapan mengatakan,

Penangkapan tersebut bermula ketika personil Polsek Gebang a.n Bripka Afifuddin mendapat telepon dari masyarakat yang mengatakan bahwa masyarakat Desa Sanggal opima Kecamatan Gebang ada menangkap seekor buaya di Sungai Sanggalima,terang Ricson,Selasa (5/1/2021).

Atas informasi tersebut Kapolsek Gebang AKP Richson Sinaga S.H.,M.H, Kanit Reskrim IPDA Fahrul Rozi Nasution S.H dan anggota berangkat menuju ke TKP penemuan buaya tersebut.

AKP Ricson,S.H,M.H menjelaskan,Buaya tersebut ditangkap masyarakat dengan cara di pancing menggunakan seekor bebek sebagai umpan agar buaya tersebut keluar, sebab warga sudah beberapa kali melihat penampakan buaya tersebut,ujar Ricson.

“Masyarakat sekitar yang sering beraktivitas disekitar sungai Sanggalima pernah melihat buaya tersebut muncul ” sambung Ricson.

Kapolsek Gebang AKP Ricson Sinaga,S.H,M.H juga mengatakan, masyarakat sekitar Sungai Sanggalima Kecamatan Gebang menjadi was-was dengan adanya teror buaya tersebut yang dikenal sebagai hewan buas.

” beberapa waktu belakangan ini, warga menjadi takut untuk mendekati sungai dikarenakan buaya tersebut bisa saja sewaktu-waktu muncul ” jelas Akp Ricson Sinaga.

Usaha warga untuk memancing buaya tersebut keluar pun membuahkan hasil,Senin (4/1/2021) sekitar pukul 22:00wib buaya berhasil ditangkap warga,sontak warga setempat yang notabane memang menjadi keresahan warga nelayan setempat keseharian nya mencari nafkah yang beraktifitas sungai Pulau Banyak Tanjung Pura dan Sanggalima Gebang ,apa lagi sempat viral medsos terang saja menjadi perhatian dan tontonan gratis bagi masyarakat.

Sesampainya Kapolsek Gebang AKP Richson Sinaga SH,MH Dan Kanit Reskrim IPDA Fahrul Rozi Nasution beserta Opsnal di TKP Buaya sudah dalam keadaan terikat agar tidak membahayakan masyarakat.

Untuk mengantisipasi agar tidak ada warga yang menjadi korban keganasan buaya tersebut AKP Richson Sinaga SH,MH pun melarang warga untuk mendekati dan beraktifitas di sungai sangga lima tersebut.

Karena menurut informasi yang diterima Kapolsek Gebang dari warga, masih ada satu ekor buaya lagi yang masih berkeliaran. Dan buaya yang berhasil ditangkap tersebutpun dalam.keadaan hidup dibawa ke MakoPolsek Gebang serta berkoordinasi dengan BKSDA Kabupaten Langkat untuk dirawat.

Pihak Polsek Gebang juga berencana untuk memberikan peringatan disekitar sungai Sanggalima.

” mengantisifasi warga agar tidak menjadi korban, kami pihak Polsek Gebang rencananya akan memasang papan peringatan bahaya disekitar sungai ” ungkap AKP Ricson Sinaga,S.H,M.H.

Sebab menurut AKP Richson Sinaga SH,MH ,selama ini peringatan tersebut hanya melalui lisan saja dan tidak ada peringatan tertulis yang kurang diketahui warga lainnya diluar desa,jelas Ricson.

Buaya muara yang ditemukan kini diamankan di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Langkat, di Stabat. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Langkat Herbert Aritonang mengatakan panjang buaya 2,5 meter. sebelumnya warga di Desa Sangga Lima, Kecamatan Gebang, memancing buaya ini keluar dari sungai dengan umpan bebek. Lalu, buaya muara ini pun berhasil dijerat dan dibawa ke daratan, dan kini berada di kantor BKSDA untuk nanti selanjutnya dibawa ke lembaga penangkaran buaya di Asam Kumbang Medan.

Herbert juga menjelaskan buaya yang diamankan itu kini sedang dirawat karena ada tersangkut pancing di mulutnya.

Saat hendak melepaskan pancing itu, drh Fatimah Sari sempat tangannya sedikit terluka karena buaya menutup mulutnya .(AYR).