Beranda EKONOMI Di Hari Ke 2 Perahu Nelayan Padati Pelabuhan Perikanaan Pantai Sungai Baturusa

Di Hari Ke 2 Perahu Nelayan Padati Pelabuhan Perikanaan Pantai Sungai Baturusa

BERBAGI

Buser24jam-Pangkalpinang. Dangkalnya mulut muara jelitik hingga berimbas pada jalur keluar masuk perahu motor khususnya nelayan yang terpaksa beralih bongkar di tempat lain. Seperti halnya dihari ke 2 (dua)banyaknya perahu motor nelayan dengan membawa muatan hasil tanggkapannya dari laut melakukan bongkar di pelabuhan Perikanan Pantai, sungai baturusa Pangkalbalam Pangkalpinang Provinsi kepulaun Bangka Belitung,18/2/2021

Agus pemilik perahu KM Riski menyampaikan bahwa ini sudah hari Ke 2 nelayan sungailiat berpindah bongkar ikan di pelabuhan PPP pangkalbalam, kami terpaksa bongkar disini kalau menunggu air pasangpun rasanya tidak mungkin terjadi karena itu muara sudah dangkal sekali ini sudah sangat parah pak” ujar agus belum lagi cuaca laut buruk tidak mungkin kami bisa menunggu lama lama di laut dengan lego jangkar.

Terpisah melaui komunikasi dengan Ketua HSNI didampingi wakil ketua Kota Pangkalpinang, Asnam menyampaikan membenarkan sudah dua hari ini pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Baturusa dipenuhi oleh nelayan yang membongkar muatannya. Namun dalam hal ini kami secara langsung sangat prihatin terhadap saudara saudara kita yaitu nelayan berjuang demi kebutuhan hidup yang pada akhirnya mendapat hambatan saat hendak menuju pangkalan biasanya mereka lakukan bongkar muat hasil tanggkapan dilaut.

 

Asnam menambahkan dalam hal ini juga kami mendampinggi aktifitas bongkar muat dipelabuhan perikanan ini dengan tujuan kelancaran dan ikut serta membantu jika adanya permasalahan nelayan maupun perahu motor nelayan ada troble di pelabuhan PPP baturusa ini. Terlepas dari bongkar muat nelayan di sini..diakibatkan oleh dangkalnya muara jelitik tentu menjadi perhatian serius HSNI dan juga pemerintah terkait. Asnam menyoroti permaslahan ini merupakan faktor alam namun adanya sisi letak permasalahan dapat diselesaikan bukan hanya solusi tapi tindakan, ujar Asnam.

Reporter : Fr/ Rsd