Beranda HUKUM & KRIMINAL Aparat Hukum Lemah, Hanya Mampu Menangkap Kelas Teri

Aparat Hukum Lemah, Hanya Mampu Menangkap Kelas Teri

BERBAGI

Buser24jam.com, Teluk Kuantan/Kuansing – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menggelar sidang putusan terhadap 5 orang tersangka dengan kasus kegiatan makan minum di bagian Setda Kuansing tahun anggaran 2017, Rabu (13/01/2021).

Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Faisal, SH, MH bersama koleganya dilaksanakan secara virtual. Sementara, kelima terdakwa mendengar putusan berada di Rumah Tahanan Teluk Kuantan.

Putusan tersebut langsung dibacakan oleh Hakim Ketua Faisal, SH, MH di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Muharlius cs terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP.

Dalam putusan hakim, Kelima terdakwa Muharlius, M. Saleh, Verdy Ananta, Hetty Herlina, dan Yuhendrizal di jatuhi hukuman berbeda.

Dari putusan hakim, Mantan Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi H Muharlius, SE, MM dijatuhi hukuman 6 tahun kurungan penjara serta denda Rp300 juta dengan subsider 3 bulan oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi.

Muharlius mantan Plt Sekda Kuansing selaku Pengguna Anggaran (PA) dijatuhi hukuman lebih ringan dari tuntutan sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dituntut 8 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp500 juta dengan subsider 6 bulan.

Sementara 4 orang rekannya Kabag Umum Setdakab Kuansing M Saleh merangkap sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), divonis 7 tahun kurungan serta denda R300 juta dengan subsider 3 bulan penjara. Kemudian, M. Saleh harus membayar uang pengganti sebesar Rp5,8 miliar subsider 4 tahun penjara.

Bendahara Pengeluaran Rutin, Verdy Ananta di vonis 6 tahun kurungan penjara, serta denda Rp300 juta dengan subsider 3 bulan penjara.

Kemudian, mantan Kasubbag Kepegawaian Setdakab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), Hetty Herlina divonis 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta dengan subsider 2 bulan penjara.

Dan Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing, Yuhendrizal merangkap PPTK pada kegiatan makanan dan minuman tahun 2017 lalu divonis 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta dengan subsider 2 bulan penjara.

Dilain sisi,Mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi merasa heran atau ada yang janggal terhadap nama-nama yang terkait dulu bisa menghilang begitu saja.Seperti yang sama-sama diketahui bahwasannya 3 nama paslon peserta Pilkada Kuansing terduga mendapatkan aliran dana makan minum setdakab kuansing ini Raib begitu saja.

Boby Hariansyah Purba Mewakili kaum akademisi menduga seperti ada deal-dealan dari aparat penegak hukum kepada para terduga yang dulu.

Dan pada saat ini juga Hakim tidak ada berbunyi apa alasan ketiga nama itu menghilang ditelan bumi,ini semakin menguatkan Asumsi liar dari para akademisi muda dikuantan singingi yang sangat mengecewakan terhadap keputusan yang terkesan hanya mampu menangkap Ikan-ikan terinya saja.
Ditambah lagi pengurangan hukum yang dinilai terlalu mengasihani para Tikus-tikus kantor itu yang semakin menguatkan dugaan ada permainan dibalik ini semua serta Lemahnya aparat terhadap koruptor DiNageri Kuantan Singingi yang beradat ini.
Tutup BHP kecewa.
(Tina).