Beranda FAKTA & PERISTIWA Ada apa? WHO Tiba-tiba Minta Seluruh Negara Hentikan Sementara Vaksin Covid-19 Dosis...

Ada apa? WHO Tiba-tiba Minta Seluruh Negara Hentikan Sementara Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga

BERBAGI

Buser24Jam.com.Meranti.- Setelah adanya penularan covid 19 didunia ini , dunia sebelum covid-19 tampak sehat, orang -orang diseluruh dunia ini sangat mendambakan normal kembali keadaan seperti dulu. Sejak kemunculannya pada akhir tahun 2019 silam Para ahli ataupun pihak medis belajar terus bagaimana mengatasi atau memusnahkan covid-19 dari muka bumi ini. Virus corona penyebab Covid-19 merupakan jenis virus baru yang karakter dan sifatnya belum banyak diketahui oleh para ahli ataupun pihak medis.
Dilansir dari The New York Times, 16 Oktober 2020, pengerjaan pembuatan vaksin dimulai pada Januari 2020 dengan penguraian genom SARS-CoV-2..

Sampai akhirnya vaksin covid-19 ditemukan dan bisa digunakan untuk manusia , namun ini tidak menjamin bahwa yang sudah disuntik vaksin aman 100% dari penularan. Namun ini mampu mencegah cepatnya penularan . Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh.
Untuk suntikan vaksin Covid-19 ini dilakukan sebanyak 2 dosis, namun jika ingin memperkuatnya beberapa negara menambah suntikan ketiga (booster).

Namun tak ada angin tak ada hujan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendadak meminta seluruh negara untuk menghentikan suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19.

Dilansir dari laman trubunsolo.com, Direktur jenderal (dirjen) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut penghentian suntikan booster vaksin Covid-19 tersebut hingga setidaknya akhir September 2021. Langkah itu diharapkan dapat memungkinkan setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara untuk divaksinasi.

Hal ini juga dikarenakan kesenjangan antara tingkat vaksinasi di negara-negara berpenghasilan tinggi dan negara-negara berpenghasilan rendah, semakin melebar.

Tedros memahami kepedulian semua pemerintah di seluruh negara untuk melindungi rakyatnya dari pandemi.

WHO tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global.

“Saya memahami kepedulian semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta,” kata Tedros dikutip dari CNA.

“Tetapi kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global yang menggunakan lebih banyak lagi,” tambah Tedros.

(Elbi)